RPP AGAMA HINDU SMA KELAS XII



Dg. 3 Model yang di Rekom
 

Sesuai Permendikbud. No.22 tahun 2016
 
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Nama Sekolah                    :    SMA/K
Mata Pelajaran                   :    Pendidikan agama Hindu dan Budi Pekerti 
Kelas/Semester                   :    XII/ I
Materi Pokok                       :   Weda sebagai Sumber Hukum Hindu.         
Alokasi Waktu                    :   3x 45 Menit.

                                                 

A.      Kompetensi Inti
KI 1    :
Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI 2   :  
Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3    :
Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya  tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,  kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4    :           
Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.
B.       Tujuan Pembelajaran :
Melalui model pembelajaran discovery dengan pendekatan saintifik dan diskusi siswa diharapkan dapat membiasakan membaca  kitab Suci Weda  sebagai sumber Hukum Hindu.


KD
INDIKATOR
1.1.
Menghayati dan mengamalkan ajaran weda sebagai sumber Hukum Hindu.
1.1.1



1.1.2
Menghayati dan mewujudkan dalam prilaku keseharian prinsif Hukum Hindu yang bersumber dari Weda.

Meyakini Hukum Hindu dapat mewujudkan ketertiban dalam kehidupan bermasyakat.

2.1
Mengahyati dan mengamalkan prilaku disiplin ajaran weda sebagai sumber hukum Hindu.
2.1.1

2.1.2
Disiplin melaksanakan hukum Hindu dalam kehidupan.
 Mengembangkan sikap ingin tahu pada sistem Hukum Hindu.
3.1
Memahami klasifikasi weda sebagai sumber hukum Hindu.
3.1.1
Mentukan makna dan hakekat Weda sebagai sumber Hukum Hindu.


3.1.2
Mengkodifikasakn Weda  sebagai sumber Hukum Hindu.


3.1.3
Menganalisis Perkembangan Hukum Hindu.
4.1
Menyajikan klasifikasi weda sebagai sumber hukum Hindu.
4.1.1
Menyesuaikan  sloka – sloka yang berkaitan dengan sumber Hukum Hindu.


4.1.2
Menunjukan dengan contoh penerapan Hukum Hindu di masyarakat.


4.1.3
Menyajikan pengaruh Hukum Hindu yang bertumpu pada Tri Hita Karana.

C.      Materi Pembelajaran
weda sebagai sumber Hukum Hindu.

D.      Metode Pembelajaran
Pendekatan         : saintifik
Model                  : discovery
Metode                : diskusi

E.       Media Pembelajaran

Media              :   Gambar struktur veda, Vidio CD
Alat/Bahan      :   Laptop, LCD Proyektor,  dan White Board.

F.       Sumber Belajar
1.      Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti SMA/SMK Kelas XII.
2.      Kitab Refrensi :
a.       Kitab Manawa Dharmasastra,
b.      Kitab Nitisastra,
c.       Kitab Sarasamuscaya
d.      Kitab veda

G.      Langkah-Langkah Pembelajaran (  JIKA PAKAI MODEL  3  yg di rekom )
Pertemuan  I
Kegiatan
Langkah Model yg dipilih
Diskripsi  Kegiatan
AlokasiWaktu
Pendahuluan

1.      Guru memberi salam, Om Swastyastu, dan mengajak pesert didik  berdoa Puja Tri Sandhya
2.      Guru mengabsen peserta didik, serta menanyakan keadaannya
3.      Menanamkan pendidikan karakter dan pembiasaan kepada peserta didik untuk selalu hidup jujur, dan saling mengasihi sesama makhluk Tuhan
4.      Sebagai motivasi, guru memberikan gambaran tentang pentingnya memahami hukum Hindu.
5.      Sebagai apersepsi untuk mendorong rasa ingin tahu dan berpikir kritis, dengan tanya jawab, peserta didik diajak mengingat kembali tentang gambaran menjalin hubungan harmoni dengan sesama makhluk ciptaan Tuhan secara umum
6.      Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai yaitu agar siswa memahami hukum Hindu dan pelaksanaannya dalam kehidupan sehari-hari.


15
menit
Inti

Mengamati:
1.  Peserta didik mengamati dan menyimak informasi guru dan peserta    didik  tentang sumber-sumber hukum Hindu.
2.  Peserta didik membaca sumber-sumber hukum Hindu.

60 menit

Menanya:
1.  Peserta didik menanyakan tentang makna weda sebagai sumber hukum Hindu.
2.  Peserta didik menanyakan tentang sumber-sumber   hukum Hindu dan sumber hukum




M engumpulkan data/Informasi

1.      Guru membagi siswa menjadi 5 kelompok dan masing-masing kelompok terdiri dari 5 orang.
2.      Guru meminta masing-masing kelompok
     mengindentifikasi  mengenai sumber sumber
     hukum Hindu.



Mengasosiasi/Menalar
1.   Guru meminta siswa dalam kelompoknya untuk menganalisis tentang Weda sebagai sumber hukum .




Mengkomunikasikan:
1.  Guru mempersilahkan perwakilan kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya tentang Weda sebagai
      sumber hukum .   







Penutup

1.       Guru memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil belajar.
2.      Guru bersama siswa menyimpulkan  weda sebagai sumber hukum Hindu.
3.      Guru menyampaikan rencana kegiatan pembelajaran untuk pertemuan berikutnya.


15 menit

H.      Penilaian Hasil Pembelajaran
1.      Teknik Penilaian
No
Aspek
Teknik
Bentuk
1
Sikap
Non tes
Lembar onservasi / jurnal
2
Pengetahuan
tes
Soal pg / uraian
3
Ketrampilan
tes
Praktek/ unjuk kerja / proyek

2.      Instrumen Penilaian
NO
PERTANYAAN
JAWABAN
SKOR
1.
Jelaskanlah, makna dan  hakekat Weda sebagai sumber Hukum Hindu !!
Hukum Hindu adalah hukum agama Hindu  yang merupakan tatanan/peraturan-peraturan yang mengatur secara menyeluruh tingkah laku atau aspek kehidupan manusia sehari-hari baik yang menyangkut tata keagamaan, hak dan kewajiban sebagai individu maupun sosial bagi umat Hindu yang ditetapkan, yang berlakunya secara alamiah (dalam bentuk Rta dan Dharma).
5
2.
Ada berapakah bidang hukum Hindu yang dibahas dalam kitab Manawa Dharmasastra?
Adapun bidang hukum Hindu yang dbahas dalam kitab Manawa Dharmasastra adalah ; Bidang Hukum Keagamaan, bidang Hukum Kemasyarakatan yang banyak memuat aturan dan tatacara hidup bermasyarakat satu dengan yang lainnya, bidang Hukum Tata Kenegaraan yang bayak memuat tentang tatacara bernegara, tata pemerintahan
5
3.
Jelaskanlah sumber-sumber hukum Hindu yang diuraikan dalam kitab Manawa Dharmasastra!.
Sumber-sumber Hukum Hindu yang diuraikan dalam kitab Manawa Dharmasastra meliputi; Kitab Veda Srutti, Kitab Veda Smrtti, Sila yaitu tingkah laku orang-orang suci, Sadacara yaitu kebiasan-kebiasan atau adat-istiadat yang berlaku di suatu daerah/tempat, dan Atmanahtusti yaitu rasa puas pada diri sendiri.
5
4.
Dalam ajaran Hindu dikenal ada 4 kitab hukum Hindu yang berlaku sesuai dengan jamannya. Uraikanlah keempat kitab hukum itu!
Empat kitab hukum Hindu yang berlaku sesuai jamannya yaitu; Dharmasastra oleh Manu berlaku pada jaman Satya Yuga, Dharmasastra oleh Yajnawalkya berlaku pada jaman Treta Yuga, Dharmasastra oleh Sankha Likhita berlaku pada jaman Dwapara Yuga, dan Dharmasastra oleh Parasara berlaku pada jaman Kali Yuga.
5

J U M L A H    S K O R
20

 


















Pertemuan  II
Kegiatan
Langkah Model yg dipilih
Diskripsi  Kegiatan
AlokasiWaktu
Pendahuluan


1. Guru memberi salam, Om Swastyastu, dan mengajak pesert didik  berdoa Puja Saraswati
2.  Guru mengabsen peserta didik, serta menanyakan keadaannya
3. Menanamkan pendidikan karakter dan pembiasaan kepada peserta didik untuk selalu hidup jujur, dan saling mengasihi sesama makhluk Tuhan
4. Sebagai motivasi, guru memberikan gambaran tentang pentingnya memahami hukum Hindu.
5. Sebagai apersepsi untuk mendorong rasa ingin tahu dan berpikir kritis, dengan tanya jawab, peserta didik diajak mengingat kembali tentang gambaran menjalin hubungan harmoni dengan sesama makhluk ciptaan Tuhan secara umum
6. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai yaitu agar peserta didik dapat Mengkodifikasakn Weda sumber Hukum Hindu.

15
menit
Inti

Mengamati:
1.  Peserta didik mengamati dan menyimak informasi guru  tentang kodifikasi Weda sumber hukum Hindu.
60 menit

Menanya:
1.  Peserta didik menanyakan tentang  kodifikasi Weda sebagai sumber hukum Hindu.



Mengeksplorasi
1. Peserta didik membuat ringkasan tentang kodifikasi weda sebagai sumber hukum Hindu.



M engumpulkan data/Informasi

3.      Guru membagi siswa menjadi 5 kelompok dan masing-masing kelompok terdiri dari 5 orang.
4.       Guru meminta masing-masing kelompok
     mengindentifikasi  kodifikasi Weda sebagai
    sumber hukum.



Mengkomunikasikan:
1.  Peserta didik menyampaikan hasil dalam bentuk tulisan mengenai kodifikasi Weda sebagai sumber hukum Hindu
2.  Peserta didik menyampaikan hasil dalam bentuk tulisan tentang upaya menghormati dan mentaati semua produk Hukum yang berlaku








Penutup

1.      Guru memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil belajar
2.      Guru bersama siswa menyimpulkan tentang pengkodifikasian weda.
3.      Guru menyampaikan rencana kegiatan pembelajaran untuk pertemuan berikutnya


I.         Penilaian Hasil Pembelajaran
3.      Teknik Penilaian
No
Aspek
Teknik
Bentuk
1
Sikap
Non tes
Lembar onservasi / jurnal
2
Pengetahuan
tes
Soal pg / uraian
3
Ketrampilan
tes
Praktek/ unjuk kerja / proyek


4.      Instrumen Penilaian
NO
PERTANYAAN
JAWABAN
SKOR
1.
Jelaskanlah, kelompok weda sruti  sebagai sumber hukum Hindu menurut  Bhagawan Manu !!
Menurut Bhagawan Manu merupakan Weda yang sebenarnya ada Weda orisinal. Menurut sifat isisnya Weda ini di bagi atas tiga bagian yaitu:
a.       Bagian Mantra    
b.      Bagian Brahmana (Karma Kanda )
c.       Bagian Upanisad / Aryaka (Jnana Kanda )

5
2.
Jelaskanlah, kenapa catur veda samhita sering di sebut dengan Trayi weda!!
Dari keempat kelmpok Weda itu, tiga kelompok pertama sering disebut-sebut sebagai mantra yang berdiri sendiri. Karena itu disebut Trayi Weda atau “Tri Weda”. Dan Pengenalan Catur Weda hanya karena kenyataan Weda ini secara sistimatik telah dikelompokkan atas empat Weda. Pembagian empat kelompok isi weda itu yaitu :
                      1)      Rg Weda Samhita  ; merupakan kumpulan mantra-mantra yang memuat ajaran-ajaran umum dalam bentuk pujaan.
                      2)      Sama Weda Samhita ; merupakan kumpulan mantra-mantra yang memuat ajaran-ajaran umum mengai lagu-lagu pujaan.
                      3)      Yayur Weda Samhita ; merupakan mantra-mantra yang memuat  ajaran umum mengenai pokop-pokok yajnya. Jenis Weda ini ada dua macam yaitu :
a.       Yajur Weda hitam (Kresna yajurweda) yang terdiri atas beberapa resensi antara lain: Tatiriya samhita dan Maitrayanisamhita.
b.      Yajur Weda Putih (Sukla Yajurweda), yang juga disebut Maitraneyi samhita.
                      4)      Atharwa Weda Samhita; merupakan kumpulan mantra-mantra yang memuat ajaran yang bersifat magis (Atharwan).

5
3.
Bagaimanakah bunyi sloka yang menyatakan weda smrti sebagai sumber hukum hindu??
Kitab Smrti adalah kitab suci Weda yang ditulis berdasarkan ingatan oleh para maharsi dari wahyu Sang Hyang Widhi. Kitab Smrti memuat tentang ajaran hukum Agama Hindu  yang disebut Dharma atau Dharmasastra. Kitab Manawa Dharmasastra Bab II.10 menyebabkan sebagai berikut :
Crutisto wedo Wijinoyo
dhamacastram tu wai smrti
te sarwarthes wamimamsye
tabhyam dharmohi nirbabhau
Artinya :
Yang dimaksud dengan Sruti ialah Weda dan yang dimaksud dengan Smrti adalah Dharmasastra, kedua macam pustaka suci ini tidak boleh diragukan kebenarannya mengenai apapun juga karena, dari keduanya itu hukum yang pasti.

5
4.
Jelaskanlah seloka weda yang menjelaskan bahwa weda sebagai sumbur hukum Hindu yang bersifat Universal!!
 Menurut Veda, Agama Hindu boleh dan dapat dipelajari oleh seluruh umat manusia. Hal ini termuat dalam kitab Yajur Veda XVI.18 sebagai berikut:
“Yaatkeram wacam kalyanin awadoni janebhyah,
Brahma Rajanyabhyam cudraya caryaya ya siwaya caranayaca”
Artinya:
Biar kunatakan disini kitab suni ini kepada orang-orang banyak, kepada kaum Brahmana, kaum Ksatrya, kaum Sudra, dan kaum waisya dan bahkan pada orang-orangku dan kepada mereka ( orang-orang asing) sekalipun.
Berdasarkan bunyi Cloka tersebut diatas dinyatakan bahwa kitab suci Veda dapat dipelajari oleh siapa saja, tidak terkecuali. Namun menyadari akan kekurangan kesempurnaan kita sebagai umatnya, maka tidak akan semuanya mempelajri dengan sempurna.

5

J U M L A H    S K O R
20

 









Pertemuan  III
Kegiatan
Langkah Model yg dipilih
Diskripsi  Kegiatan
AlokasiWaktu
Pendahuluan


1. Guru memberi salam, Om Swastyastu, dan mengajak pesert didik  berdoa Puja Saraswati
2.  Guru mengabsen peserta didik, serta menanyakan keadaannya
3. Menanamkan pendidikan karakter dan pembiasaan kepada peserta didik untuk selalu hidup jujur, dan saling mengasihi sesama makhluk Tuhan
4. Sebagai motivasi, guru memberikan gambaran tentang pentingnya memahami hukum Hindu.
5. Sebagai apersepsi untuk mendorong rasa ingin tahu dan berpikir kritis, dengan tanya jawab, peserta didik diajak mengingat kembali tentang gambaran menjalin hubungan harmoni dengan sesama makhluk ciptaan Tuhan secara umum
6. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai yaitu agar peserta didik dapat Menganalisis Perkembangan Hukum Hindu.

15
menit
Inti

Mengamati:
1.  Peserta didik mengamati dan menyimak informasi guru  tentang Menganalisis Perkembangan Hukum Hindu.
60 menit

Menanya:
1.  Peserta didik menanyakan tentang  Perkembangan Hukum Hindu.



Mengeksplorasi
1. Peserta didik membuat ringkasan tentang Perkembangan Hukum Hindu.


M engumpulkan data/Informasi
2      Guru membagi siswa menjadi 5 kelompok
dan masing-masing kelompok terdiri dari 5 orang.
 2  Guru meminta masing-masing kelompok  mengenai Perkembangan Hukum Hindu.


Mengkomunikasikan:
1.  Peserta didik menyampaikan hasil dalam bentuk tulisan mengenai Perkembangan Hukum Hindu
2.  Peserta didik menyampaikan hasil dalam bentuk tulisan tentang upaya menghormati dan mentaati semua produk Hukum yang berlaku








Penutup

4.      Guru memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil belajar
5.      Guru bersama siswa menyimpulkan tentang perkembangan hukum Hindu.
6.      Guru menyampaikan rencana kegiatan pembelajaran untuk pertemuan berikutnya


J.        Penilaian Hasil Pembelajaran
           
5.      Teknik Penilaian

No
Aspek
Teknik
Bentuk
1
Sikap
Non tes
Lembar onservasi / jurnal
2
Pengetahuan
tes
Soal pg / uraian
3
Ketrampilan
tes
Praktek/ unjuk kerja / proyek

6.      Instrumen Penilaian
NO
PERTANYAAN
JAWABAN
SKOR
1.
Jelaskanlah bagaimana kemunculn hukum Hindu terhadap pembinaan umat!!
Kehadiran Hukum Hindu dimulai dari adanya sebuah perdebatan di antara
para tokoh agama pada saat itu. Berbagai tulisan yang menyangkut Hukum Hindu menjadi dan merupakan perhatian khusus bagi para Maharshi terhadap pembinaan umat manusia. Adapun nama-nama para Maharsi sebagai penulis Hukum Hindu diantaranya; Gautama, Baudhayana, Shanka-likhita, Wisnu, Aphastamba, Harita, Wikana, Paitinasi, Usanama, Kasyapa, Brhraspati dan Manu
5
2.
Jelaskanlah, alasan hukum Hindu sangat penting untuk dipelajari oleh umat Hindu!!
Hukum Hindu penting untuk dipelajari karena:
1.      Hukum Hindu merupakan bagian dari hukum positif yang berlaku bagi masyarakat Hindu di Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang- Undang Dasar 1945, khususnya pasal 29 ayat 1 dan 2, serta pasal 2 aturan peralihan Undang-Undang Dasar 1945.
2.      Untuk memahami bahwa berlakunya hukum Hindu di Indonesia dibatasi oleh falsafah Negara Pancasila dan ketentuan-ketentuan dalam Undang-undang dasar 1945.
3.      Untuk dapat mengetahui persamaan dan perbedaan antara hukum adat (Bali) dengan hukum agama Hindu atau hukum Hindu.
4.      Untuk dapat membedakan antara adat murni dengan adat yang bersumber pada ajaran-ajaran Agama Hindu.



5
3.
Jelaskan apakah  fungsi dari hukum Hindu sebagai peraturan hidup!!
Hukum sebagai peraturan hidup berfungsi
1.    membatasi kepentingan dari setiap pendukung hukum (subyek hukum),
2.    menjamin kepentingan dan hak mereka masing-masing, serta menciptakan pertalian-pertalian guna mempererat hubungan antara mereka dan
3.    menentukan arah bagi terciptanya kerjasama.
4.    pengendalian sosial agar tercapai ketertiban. Ketertiban adalah merupakan syarat pokok dalam masyarakat.



5
4.
 Jelaskanlah, sloka yang harus dipedomani oleh penegak hukum dalam menjalankan swadharma di zaman sekarang!!!
Sebagai pedomannya adalah (Kekawin Ramayana sargah 24 sloka 81)
“Prihen temen dharma dhumaranang sarat,
saraga sang sadhu sireka tutana,
tan artha tan kama pidonya tan yasa,
ya sakti sang Sajjana dharma raksaka”.
Terjemahan:
Usahakan benar dharma untuk memelihara dunia ini, kesenangan orang-orang bijak itu kamu harus ikuti yang tidak mementingkan harta, kesenangan nafsu maupun nama, karena itulah yang merupakan keampuhannya orang-orang bijaksana di dalam memegang dharma”.

“Saka nikang rat kita yan wenang manut,
manupadesa prihatah rumaksaya,
ksaya nikang papa nahan prayojnana,
jana anuragadhi tuwin kapungguha”.

Terjemahan:
Peredaran zaman dunia ini sedapat-dapatnya harus kamu ikuti benar-benar, pergunakanlah ajaran Manu untuk memelihara dunia, melenyapkan penderitaan hendaknya diusahakan, kecintaan rakyat pasti kamu peroleh
5

J U M L A H    S K O R
20

 




           
Mengetahui,
Kepala .....



...............................................
NIP. ......................................
......................, ......................................

Guru Mapel Agama Hindu & Budi Pekerti



.................................................
NIP. ........................................


Catatan :
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………









RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
SEKOLAH                   : SMA/SMK
MATA PELAJARAN   : Pendidikan Agama Hindu dan Budipekerti
KELAS/SEMESTER    : XII / 1
MATERI POKOK        : Sejarah Perkembangan Kebudayaan Hindu di Dunia
ALOKASI WAKTU     : 9 X 45 Menit (Tiga Kali  Pertemuan )

A.     Kompetensi Inti
KI 1
:
Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI 2
:
Menghayati dan mengamalkan prilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong), kerja sama, toleran, damai), santun, responsive dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan social dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3
:
Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan factual, konseptual, procedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahua, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaa, kebangsaa, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomenadan kejadia, serta menerapkanpengetahuan procedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4
:
Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya disekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.


B.     Kompetensi dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
1.2
Menghayati perkembangan agama Hindu di dunia
1.2.1
Menghormati warisan kebudayaan para leluhur
1.2.2
Bersyukur mewarisi peninggalan para leluhur
1.2.3
Membiasakan menjaga dan melestarikan warisan kebudayaan Hindu sebagai asset bersama
2.2
Peduli terhadap perkembangan agama Hindu di dunia
2.2.1
Mengembangkan sikap ingin tahu terhadap nilai-nilai mulia terhadap peninggalan kebudayaan Hindu
2.2.2
Mengembangkan prilaku bertanggung jawab dalam ikut melestarikan kebudayaan para leluhur
3.2
Memahami sejarah perkembangan kebudayaan Hindu di dunia
3.3.1
Menguraikan kebudayaan prasejarah dan sejarah kebudayaan Hindu di dunia
3.3.2
Menjelaskan sejarah perkembangan kebudayaan Hindu di India dan di luar India
3.3.3
Menjelaskan teori-teori masuknya agama Hindu ke Indonesia
3.3.4
Menyebutkan peninggalan sastra-sastra Hindu yang pernah ada dan dipakai dalam peradaban manusia
3.3.5
Menjelaskan kebudayaan Hindu yang dikenal ditingkat Internasional
4.2
Menyaji bukti-bukti prasejarah dan sejarah perkembangan agama Hindu di dunia
4.2.1
Menyaji bukti-bukti peninggalan masyarakat prasejarah yang ada kaitannya dengan kegiatan keagamaan


4.2.2
Menyaji bukti-bukti peninggalan kebudayaan Hindu yang bersifat monumental yang ada di dunia
4.2.3
Menyaji bukti-bukti sejarah agama Hindu dalam bentuk gambar, karya tulis, tembang, seni ukir, drama dan tari
4.2.4
Menunjukkan dengan contoh upaya-upaya konkrit pelestarian peninggalan kebudayaan Hindu di Indonesia

C.     Tujuan Pembelajaran
Melalui Model Pembelajaran Investigasi Kelompok (Group Investigation), peserta didik dapat memahami pengetahuan konseptual tentang sejarah perkembangan kebudayaan Hindu di dunia menguraikan kebudayaan prasejarah dan sejarah kebudayaan Hindu di dunia, menjelaskan sejarah perkembangan kebudayaan Hindu di India dan luar India, menjelaskan teori masuknya agama Hindu ke Indonesia, menyebutkan peninggalan sastra-sastra Hindu yang pernah ada dan dipakai dalam peradaban manusia, menjelaskan kebudayaan Hindu yang dikenal ditingkat internasional serta mengembangkan nilai karakter berpikir kritis, kreatif ( Kemandirian), kerjasama ( gotong royong) dan kejujuran ( integritas ).

D.     Materi Pembelajaran
1
Fakta
:
Sejarah Perkembangan agama Hindu pertama kali berada di negara India
2
Konsep
:
-           
3
Prosudur
:


E.      Pendekatan Pembelajaran/ Model / Metode
1.      Pendekatan                                    : Ilmiah ( Saintifik
2.      Model                                : Group Investigation ( G I )
3.   Metode                                : Ceramah, Diskusi Kelompok, Tanya jawab, Penugasan,    
                                                       Presentasi.
F.      Media dan Alat Pembelajaran     :
1.      Media                                : Power Poin, LCD,
2.      Alat                                    : Papan Tulis, Spidol, Penghapus, Laptop

G.     Sumber Belajar
1.      Buku Pendidikan Agama Hindu dan Budipekerti kls XII edisi revis 2017
2.      Internet
3.      Buku Sejara yang relevan dengan materi

H.     Langkah-langkah Pembelajaran
Kegiatan/sintak
Deskripsi
PPK
Alokasi Waktu
Pertemuan Pertama
Pendahuluan
1.      Memberi salam Omswastyastu, dan mengajak siswa melakukan Doa sebelum mulai pelajaran.
2.      Mengabsen siswa dan mengondisikan suasana belajar yang menyenangkan
3.      Mengecek kebersihan kelas dan sekitarnya, dan mengecek kelengkapan atribut sekolah
4.      Menyayikan lagu Indonesia raya
5.      Menyampaikan Kompetensi yang akan dicapai dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari berkaitan dengan materi
6.      Menyampaikan garis besar cakupan materi yang akan disampaikan
7.      Menyampaikan metode pembelajaran dan teknik penilaian yang akan digunakan saat membahas materi yang akan disampaikan


Spiritual

Mandiri

Gotong royong
Nasionalisme


Kegiatan/sintak
Deskripsi
PPK
Alokasi Waktu
Pertemuan Pertama
Kegiatan Inti
1.      Mengidentifikasi topik dan membuat Kelompok
1.      Peserta didik membaca buku sumber/ buku paket pelajaran tentang menguraikan kebudayaan prasejarah dan sejarah kebudayaan Hindu di dunia dan memberikan penjelasan tentang sejarah perkembangan kebudayaan Hindu di India
2.      Pendidik memberikan penjelasan singkat tentang kebudayaan prasejarah dan sejarah kebudayaan Hindu di Dunia dan sejarah perkembangan kebudayaan Hindu di India.
3.      Pendidik mengarahkan peserta didik untuk membentuk kelompok dan berdiskusi dengan rekan sekelompok (kerja sama ) untuk membahas materi















Gotong Royong


2.      Merencanakan Tugas yang akan dipelajari
4.      Para peserta didik merencanakan tugas yang akan dipelajari  yaitu :
Menguraikan kebudayaan prasejarah dan sejarah kebudayaan Hindu di dunia
Menjelaskan sejarahperkembangan kebudayaan Hindu di India
5.       Peserta didik dapat bertanya kepada pendidik seandainya ada yang belum dipahami peserta didik akan lebih mudah memecahkan masalah yang belum dipahaminya.
6.      Peserta didik berusaha menemukan permasalahan dengan mencari diberbagai sumber seperti menemukan lewat internet atau buku-buku sejarah perkembangan kebudayaan Hindu di Dunia dan di India.
7.      Dengan menginvestigasi materi kebudayaan prasejarah dan sejarah kebudayaan Hindu di dunia dan sejarah perkembangan kebudayaan Hindu di India peserta didik diharapkan mampu memahami materi tersebut sehingga menjadikan peserta didik lebih paham terhadap ajaran agama yang bersumber dari sejarah perkembangan agama Hindu tersebut.




3.      Melaksanakan Investigasi
8.      Peserta didik yang sudah melaksanakan investigasi berusaha secara berkelompok mengumpulkan informasi dengan cara saling melengkapi dengan kelompok dengan cara berdiskusi, melakukan analisa data-data serta menyimpulkan apa yang sudah diperoleh dan dicatat sebagai bahan persiapan melakukan presentasi.







Gotong royong

4.      Menyiapkan Laporan Akhir
9.      Anggaota kelompok peserta didik setelah melakukan investigasi dengan kelompoknya mampu menentukan inti pokok penting yang menjadi bahan diskusi tadi dengan kelompok mereka ( pesan-pesan esensial dari proyek mereka )
10.  Anggota Kelompok peserta didik menyiapkan bahan laporan yang akan mereka presentasikan didepan kelas baik menggunakan power point ataupun dengan membaca catatan-catatan hasil mereka melakukan investigasi di dalam kelompok.
11.  Anggota kelompok peserta didik  membentuk panitia kelompok kecil untuk mewakili kelompok dalam kegiatan Presentasi didepan kelas.


5.      Mempresentasikan Laporan Akhir
12.  Presentasi menggunakan beberapa bentuk yaitu dalam bentuk Makalah, dan Power point
13.  Presentasi diharapkan mampu berkontribusi terhadap hasil investigasi dan aktif dan mampu mengkritisi dari semua hasil investigasi masing-masing kelompok.



6.      Evaluasi
14.  Pendidik membagikan instrument penilaian hasil belajar
15.  Pendidik meminta peserta didik untuk mengerjakan soal dengan jujur



Integritas

Penutup
16.  Pendidik menyampaikan jawaban dari soal dalam instrument
17.  Peserta didik mensinkronkan jawabannya dengan informasi pendidik
18.  Peserta didik menyampaikan dengan jujur nilai hasil belajar yang diperoleh
19.  Pendidik memberi kesempatan untuk mengikuti remedial bagi peserta didik yang belum tuntas dan yang belum mendapatkan nilai sempurna
20.  Pendidik menutup pembelajaran dengan mengucapkan Parama Santhi dan doa mengakiri pelajaran.




Kegiatan/sintak
Deskripsi
PPK
Alokasi Waktu
Pertemuan Kedua
Pendahuluan
1.      Memberi salam Omswastyastu, dan mengajak siswa melakukan Doa sebelum mulai pelajaran.
2.      Mengabsen siswa dan mengondisikan suasana belajar yang menyenangkan
3.      Mengecek kebersihan kelas dan sekitarnya, dan mengecek kelengkapan atribut sekolah
4.      Menyayikan lagu Indonesia raya
5.      Menyampaikan Kompetensi yang akan dicapai dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari berkaitan dengan materi
6.      Menyampaikan garis besar cakupan materi yang akan disampaikan
7.      Menyampaikan metode pembelajaran dan teknik penilaian yang akan digunakan saat membahas materi yang akan disampaikan


Spiritual

Mandiri

Gotong royong
Nasionalisme

1.      Mengidentifikasi topik dan membuat kelompok
8.      Peserta didik membaca buku teks atau materi pelajaran yang akan disampaikan
9.      Pendidik penjelasan singkat singkat tentang teori-teori masuknya agama Hindu ke Indonesia dan menyebutkan peninggalan sastra-sastra Hindu yang pernah ada dan dipakai dalam peradaban manusia serta menjelaskan kebudayaan Hindu yang dikenal ditingkat Internasional
10.  Pendidik mengaerahkan peserta didik membentuk kelompok yang terdiri dari 4 – 5 orang yang terdiri dari laki dan perempuan
11.  Pendidik dapat memberikan contoh bahan pengamatan berupa gambar atau video tentang teori masuknya agama Hindu ke Indonesia dan peninggalan sastra-sastra Hindu yang pernah ada dan dipakai dalam peradaban manusia serta kebudayaan Hindu yang dikenal ditingkat Internasional


2.      Merencanakan tugas yang akan dipelajari
12.  Peserta didik merencanakan tugas yang akan dipelajari
13.  Peserta didik membagikan  tugas dimasing – masing kelompok untuk memecahkan masalah tentang teori masuknya agama Hindu ke Indonesia, mencari peninggalan sastra-sastra Hindu yang pernah ada dan dipakai dalam peradaban manusia, menggali kebudayaan Hindu yang dikenal ditingkat Internasional
14.  Dengan sudah dibagiakan beberapa permasalahan yang akan menjadi bahan Investigasi maka peserta didik berusaha mencari diberbagai sumber seperti internet dan buku-buku yang relevan dengan materi yang dibagikan
15.  Peserta didik mengetahui tentang teori-teori masuknya agama Hindu ke Indonesia, menyebutkan peninggalan sastra-sastra Hindu yang pernah ada dan dipakai dalam peradaban manusia, menjelaskan kebudayaan Hindu yang dikenal ditingkat internasional.



3.      Melaksanakan Investigasi
16.  Peserta didik mengumpulkan informasi dari berbagai sumber
Peserta didik menganalisis data atau masalah yang sudah diperoleh dari sumber terpercaya yang dapat dipertanggung jawabkan
Peserta didik membuat kesimpulan tentang hasil investigasi untuk disampaikan didepan kelas
17.  Tiap anggota kelompok saling berkontribusi untuk usaha-usaha yang dilakukan keolompoknya
18.  Peserta didik saling bertukar pikiran, mendiskusikan masing-masing topik yang sudah dibagikan sehingga menghasilkan hasil yang baru


4.      Menyiapkan Laporan akhir
19.  Anggaota kelompok peserta didik setelah melakukan investigasi dengan kelompoknya mampu menentukan inti pokok penting yang menjadi bahan diskusi tadi dengan kelompok mereka ( pesan-pesan esensial dari proyek mereka )
20.  Anggota Kelompok peserta didik menyiapkan bahan laporan yang akan mereka presentasikan didepan kelas baik menggunakan power point ataupun dengan membaca catatan-catatan hasil mereka melakukan investigasi di dalam kelompok.
21.  Anggota kelompok peserta didik  membentuk panitia kelompok kecil untuk mewakili kelompok dalam kegiatan Presentasi didepan kelas.


5.      Mempresentasikan Laporan Akhir
22.  Presentasi menggunakan beberapa bentuk yaitu dalam bentuk Makalah, dan Power point
23.  Presentasi diharapkan mampu berkontribusi terhadap hasil investigasi dan aktif dan mampu mengkritisi dari semua hasil investigasi masing-masing kelompok.



6.      Evaluasi
24.  Pendidik membagikan instrument penilaian hasil belajar
25.  Pendidik meminta peserta didik untuk mengerjakan soal dengan jujur




Integritas

Penutup
26.  Pendidik menyampaikan  jawaban dari soal dalam instrument
27.  Peserta didik mensinkronkan jawabannya dengan informasi pendidik
28.  Peserta didik  menyampaikan dengan jujur nilai hasil belajar yang diperoleh
29.  Pendidik memberi kesempatan untuk mengikuti remiedial bagi peserta didik yang belum tuntas dan yang belum mendapatkan nilai sempurna
30.  Pendidik menutup pembelajaran dengan memberi penekanan untuk tidak melupakan sejarah perkembangan agama Hindu di Indonesia dan di India.







Integritas


I.        PENILAIAN
1.      Rancangan Penilaian

Penilaian Pengetahuan
1.      Esay
2.      Tes Benar salah
3.      Make a match ( menjodohkan )
4.      Pilihan Ganda
a.       Penilaian Keterampilan  : Forto folio ( Penyajian hasil Investigasi )
b.      Penilaian sikap : observasi tentang nilai –nilai karakter yang terbangun dan tertamnam dalam diri peserta didik dan dituangkan dalam jurnal

2.      Instrumen Penilaian
a.       Pengetahuan          : Soal uraian (terlampir)
b.      Keterampilan         : Rubric penilaian Portofolio (Terlampir )
c.       Sikap                     : Jurnal pengamatan sikap ( terlampir )



               
Mengetahui,
Kepala  SMA/SMK



...............................................
NIP. ......................................
......................, ......................................

Guru Mapel Agama Hindu & Budi Pekerti



.................................................
NIP. ........................................


Catatan :
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………











RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )

Sekolah                                   :  SMA/K
Mata Pelajaran                        :  Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti
Kelas/Semester                        :  XII/I (Ganjil )
Materi Pokok                          :  Yantra, Tantra dan Mantra
Alokasi waktu                         :  12 x 45 Menit (4 x Pertemuan)

A.    Kompetensi Inti  : 
KI1:  Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI2:  Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli ( gotong royong, kerjasama, toleran, damai)santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas bebagai permasalahan dalam berinteraksi secara, efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3: Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi  pengetahuan  faktual, konseptual, prosedural dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,  kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4:    Mengolah,  menalar, menyaji dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak  terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, serta bertindak secara efektif dan kreatif dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

B.Tujuan Pembelajaran. 
Melalui  kegiatan pembelajaran  dengan pendekatan  saintifik peserta didik  dapat mengamalkan ajaran Yantra, Tantra dan Mantra dalam konsep Veda,  mengamalkan ajaran  Yantra, Tantra dan Mantra dalam kehidupan nyata, menerapkan  ajaran Yantra, Tantra dan Mantra, menyajikan   ajaran Yantra, Tantra dan Mantra.

C. Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)         :
KOMPETENSI DASAR
INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
1.3   Mengamalkan ajaran Yantra, Tantra dan Mantra dalam konsep Veda;

1.3.1Mengembangkan sikap bhakti kehadapan Ida Sanghyang Widhi dengan mengamalkan ajaran Tantra, Yantra dan Mantra.
1.3.2Membiasakn mengucapkan doa dalam melakukan kegiatan sebagai imlementasi ajaran Tantra, Yantra dan Mantra.
2.3       Mengamalkan ajaran  Yantra, Tantra dan Mantra dalam kehidupan nyata;

2.3.1 Mengembangkan sikap ingin tahu pada ajaran Tantra, Yantra dan mantra.
2.3.1Disiplin dalam melaksanakan ajaran tantra, Yantra dan Mantra dalam kehidupan.
3.3              Menerapkan  ajaran Yantra, Tantra dan Mantra;
3.3.1Menerapkan Tantra, Yantra dan Mantra.
3.3.2Menguraikan fungsi dan manfaat Tantra, Yantra dan Mantra.
3.3.3Menguraikan hubungan Yantra,Tantra dan Mantra.
3.3.4Menguraikan tujuan dan dampak mempraktekkan ajaran Tantra, Yantra dan Mantra.
4.3              Menyajikan   ajaran Yantra, Tantra dan Mantra;
4.3.1Menyaji contoh-contoh pelaksanaan  Tantra.
4.3.2Menunjukkan bentuk-bentuk Yantra, Tantra dan Mantra yang dipergunakan dalam praktik kehidupan beragama.
4.3.3Mempraktikkan membuat bentuk Yantra,Tantra dan Mantra.
4.3.4Melafalkan beberapa Sloka Mantra.


D. Materi Pembelajaran.
1.      Ajaran Yantra, tantra dan Mantra
2.      Fungsi dan manfaat Yantra , Tantra dan Mantra
3.      Bentuk-bentuk Yantra, Tantra dan Mantra
4.      Cara mempraktikkan ajaran Tantra, Yantra, dan Mantra

E. Model / Metode Pembelajaran.
Pendekatan pembelajaran adalah pendekatan saintifik (scientific).Pembelajaran koperatif (cooperative learning) yang berbasis masalah (problem-based learning).Ceramah, diskusi dan penugasan
F. Media, Alat/Bahan:
         Media :
- Komputer/Laptop, LCD, gambar – gambar Yantra, Mantra, Tantra
Alat/Bahan :
- Spidol, white board
G. Sumber Belajar :
1.      Buku Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti SMA/SMK Kelas XII Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2018, Kemendikbud, 2018
2.      Buku Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti SMA/SMK Kelas XII Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2018, Kemendikbud, 2018
3.      Buku Veda Sabda Suci Pedoman Praktis Kehidupan. Titib Dr. I Made, Paramita Surabaya, 1998
4.      Buku Teologi dan simbul simbul Agama Hindu. Titib Dr. I Made, 2003

H. Kegiatan Pembelajaran :
   Pertemuan I

No.
Kegiatan
Waktu
1.
Pendahuluan (10 menit).
1.      Siswa merespon salam dan pernyataan dari guru yang berhubungan dengan rasa syukur kepada Tuhan dengan mengucapkan salam Panganjali umat “Om Swastyastu”, dan membiasakan penggunaanyya dalam kehidupan sehari-hari.
2.      Berdoa atau hening sejenak dengan mengucapkan mantra “Om Awighnam Astu namo sidham”.
3.      Absensi siswa.
4.      Melihat gambar tampilan slide tentangAjan Yantra, Tanra dan Mantra
5.      Guru memberikan informasi mengenai tujuan pembelajaran yang ingin dicapai serta manfaat pembelajaran.
10 menit
2
Kegiatan inti
1.      Mengamati,
-      Mengamati peserta didik membaca Ajaran Yantra, Tantra dan Mantra
-      Menyimak Pemaparan Pengertian Yantra, Tantra dan Mantra
2.      Menanya,
-          Peserta didik menanyakan Pengertian Yantra, tantra dan Mantra
3.      Mengeksplorasi,
-          Peserta didik mengobservasi Pengertian Ajaran Yantra, Tantra dan Mantra
4.      Mengasosiasikan
-          Peserta didik menganalisis pengertian ajaran Yantra, Tantra dan Mantra
5.      Mengkomunikasikan,
-          Peserta didik menyampaikan hasil belajar  dalam bentuk tulisan tentang  Yantra, Tantra dan Mantra
-           
110 menit
3
Penutup
1.      Guru membuat simpulan tentang Ajaran Yantra , Tantra dan Mantra
2.      Guru memotivasi siswa dan memberikan umpan balik
3.      Guru menyarankan untuk belajar lagi di rumah dan memberikan tugas untuk dikerjakan di rumah.
4.      Pembelajaran ditutup dengan Parama Santih “Om Santih, Santih, Santih Om”.
15 menit

Pertemuan II

No.
Kegiatan
Waktu
1.
Pendahuluan (10 menit).
1.      Siswa merespon salam dan pernyataan dari guru yang berhubungan dengan rasa syukur kepada Tuhan dengan mengucapkan salam Panganjali umat “Om Swastyastu”, dan membiasakan penggunaanyya dalam kehidupan sehari-hari.
2.      Berdoa atau hening sejenak dengan mengucapkan mantra “Om Awighnam Astu namo sidham”.
3.      Absensi siswa.
4.      Melihat gambar tampilan slide tentang Fungsi dan Manfaat Yantra. Tantra dan Mantra dalam kehidupan dan Penerapan ajaran Agama Hindu
5.      Guru memberikan informasi mengenai tujuan pembelajaran yang ingin dicapai serta manfaat pembelajaran.
10 menit
2
Kegiatan inti
1.      Mengamati,
-Mengamati peserta didik membacaFungsi dan Manfaat Yantra. Tantra dan Mantra dalam kehidupan dan Penerapan ajaran Agama Hindu
2.      -Menyimak Pemaparantentang Fungsi dan Manfaat Yantra. Tantra dan Mantra dalam kehidupan dan Penerapan ajaran Agama Hindu
3.      Menanya,
-          Peserta didik menanyakan Fungsi dan Manfaat Yantra. Tantra dan Mantra dalam kehidupan dan Penerapan ajaran Agama Hindu
4.      Mengeksplorasi,
-          Peserta didik mengobservasi Fungsi dan Manfaat Yantra. Tantra dan Mantra dalam kehidupan dan Penerapan ajaran Agama Hindu
5.      Mengasosiasikan
-          Peserta didik menganalisis Fungsi dan Manfaat Yantra. Tantra dan Mantra dalam kehidupan dan Penerapan ajaran Agama Hindu
6.      Mengkomunikasikan,
-          Peserta didik menyampaikan hasil belajar  dalam bentuk tulisan/ lisan Fungsi dan Manfaat Yantra. Tantra dan Mantra dalam kehidupan dan Penerapan ajaran Agama Hindu
110 menit
3
Penutup
1.      Guru membuat simpulan Fungsi dan Manfaat Yantra. Tantra dan Mantra dalam kehidupan dan Penerapan ajaran Agama Hindu
2.      Guru memotivasi siswa dan memberikan umpan balik
3.      Guru menyarankan untuk belajar lagi di rumah dan memberikan tugas untuk dikerjakan di rumah.
4.      Pembelajaran ditutup dengan Parama Santih “Om Santih, Santih, Santih Om”.
15 menit


Pertemuan III

No.
Kegiatan
Waktu
1.
Pendahuluan (10 menit).
1.      Siswa merespon salam dan pernyataan dari guru yang berhubungan dengan rasa syukur kepada Tuhan dengan mengucapkan salam Panganjali umat “Om Swastyastu”, dan membiasakan penggunaanyya dalam kehidupan sehari-hari.
2.      Berdoa atau hening sejenak dengan mengucapkan mantra “Om Awighnam Astu namo sidham”.
3.      Absensi siswa.
4.      Melihat gambar tampilan slide tentang Bentuk-bentuk Yantra, Tantra dan Mantra yang dipergunakan dalam Praktik Kehidupan Sesuai Ajaran Agama Hindu
5.      Guru memberikan informasi mengenai tujuan pembelajaran yang ingin dicapai serta manfaat pembelajaran.
10 menit
2
Kegiatan inti
Mengamati,
-Mengamati siswa dalam membacaBentuk-bentuk Yantra, Tantra dan Mantra yang dipergunakan dalam Praktik Kehidupan Sesuai Ajaran Agama Hindu
-Peserta didik menyimak peserta lain membaca buku yang menjelaskan Bentuk-bentuk Yantra, Tantra dan Mantra yang dipergunakan dalam Praktik Kehidupan Sesuai Ajaran Agama Hindu
Menanya,                                           
-          Peserta didik menanyakan Bentuk-bentuk Yantra, Tantra dan Mantra yang dipergunakan dalam Praktik Kehidupan Sesuai Ajaran Agama Hindu
-          Pendidik memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menunjukkan contohBentuk-bentuk Yantra, Tantra dan Mantra yang dipergunakan dalam Praktik Kehidupan Sesuai Ajaran Agama Hindu
Mengeksplorasi,
-          Mempresentasikan Bentuk-Bentuk Yantra, Tantra dan Mantra yang dipergunakan dalam Praktik Kehidupan sesuai ajaran Agama Hindu
Mengasosiasikan
-Menyimpulkan dari hasil analisis Bentuk-bentuk Yantra, Tantra dan Mantra yang dipergunakan dalam Praktik Kehidupan Sesuai Ajaran Agama Hindu
Mengkomunikasikan,
-          Peserta didik menyampaikan hasil belajar  dalam bentuk tulisan/ lisan Bentuk-bentuk Yantra, Tantra dan Mantra yang dipergunakan dalam Praktik Kehidupan Sesuai Ajaran Agama HinduMendiskusikan Lks
110 menit
3
Penutup
1.      Guru membuat simpulan Bentuk-bentuk Yantra, Tantra dan Mantra yang dipergunakan dalam Praktik Kehidupan Sesuai Ajaran Agama HinduGuru memotivasi siswa dan memberikan umpan balik
2.      Guru menyarankan untuk belajar lagi di rumah dan memberikan tugas untuk dikerjakan di rumah.
3.      Pembelajaran ditutup dengan Parama Santih “Om Santih, Santih, Santih Om”.
15 menit
Pertemuan IV
No.
Kegiatan
Waktu
1.
Pendahuluan (10 menit).
1.      Siswa merespon salam dan pernyataan dari guru yang berhubungan dengan rasa syukur kepada Tuhan dengan mengucapkan salam Panganjali umat “Om Swastyastu”, dan membiasakan penggunaanya dalam kehidupan sehari-hari.
2.      Berdoa atau hening sejenak dengan mengucapkan mantra “Om Awighnam Astu namo sidham”.
3.      Absensi siswa.
4.      Melihat gambar tampilan slide tentang Cara Mempraktikan ajaran Yantra, Tantra dan Mantra
5.      Guru memberikan informasi mengenai tujuan pembelajaran yang ingin dicapai serta manfaat pembelajaran.

10 menit
2
Kegiatan inti
Mengamati,
-Mengamati peserta didik membaca Cara Mempraktikan ajaran Yantra, Tantra dan Mantra
Menanya,
-Peserta didik menanyakan Cara Mempraktikan ajaran Yantra, Tantra dan Mantra
-Pendidik memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menunjukkan Cara Mempraktikan ajaran Yantra, Tantra dan Mantra

Mengeksplorasi,
-Peserta didik mempresentasikan Cara Mempraktikan ajaran Yantra, Tantra dan Mantra
Mengasosiasikan
-Peserta didik menganalisis Cara Mempraktikan ajaran Yantra, Tantra dan Mantra
Mengkomunikasikan,
-Peserta didik menyampaikan hasil belajar  dalam bentuk tulisan/ lisan mengenai Cara Mempraktikan ajaran Yantra, Tantra dan Mantra


3
Penutup
1.      Guru membuat kesimpulan cerita, Cara Mempraktikan ajaran Yantra, Tantra dan Mantra
2.      Guru memotivasi siswa dan memberikan umpan balik
3.      Evaluasi untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran.
4.      Pembelajaran ditutup dengan Parama Santih “Om Santih, Santih, Santih Om”.
25 menit



I. Penilaian  Hasil Pembelajaran
.  
a.       Teknik Penilaian:
a)         Penilaian Sikap                   :         Observasi/pengamatan
b)        Penilaian Pengetahuan      :          Tes Tertulis
c)         Penilaian Keterampilan      :         Unjuk Kerja/ Praktik, Proyek, Portofolio
b.      Bentuk Penilaian.       
1.         Observasi                         :           lembar pengamatan aktivitas peserta didik
2.         Tes tertulis                        :           uraian dan lembar kerja
3.         Unjuk kerja                      :           lembar penilaian presentasi
4.         Praktek                             :           lembar pedoman penilaian
c.       Instrumen Penilaian (terlampir)
d.      Remedial
-         Pembelajaran remedial dilakukan bagi siswa yang capaian KD nya belum tuntas
-         Tahapan pembelajaran remedial dilaksanakan melalui remidial teaching (klasikal), atau tutor sebaya, atau tugas dan diakhiri dengan tes.
-         Tes remedial, dilakukan sebanyak 3 kali dan apabila setelah 3 kali tes remedial belum mencapai ketuntasan, maka remedial dilakukan dalam bentuk tugas tanpa tes tertulis kembali.
e.       Pengayaan
-         Bagi siswa yang sudah mencapai nilai ketuntasan diberikan pembelajaran pengayaan sebagai berikut:
Ø Siwa yang mencapai nilai  diberikan materi masih dalam cakupan KD dengan pendalaman sebagai pengetahuan tambahan
Ø Siwa yang mencapai nilai  diberikan materi melebihi cakupan KD dengan pendalaman sebagai pengetahuan tambahan.



Mengetahui,
Kepala .....



...............................................
NIP. ......................................
......................, ......................................

Guru Mapel Agama Hindu & Budi Pekerti



.................................................
NIP. ........................................
               


Catatan :
…………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………







a.      Penilaian  Sikap
Jurnal Pengamatan Sikap Spiritual

NO
Waktu
Nama
Kejadian/Prilaku
Butir Sikap
Positif/Negatif
Tindak Lanjut






















Keterangan :
Perilaku yang dicatat adalah perilaku yang menonjol saja, baik positif maupun negatif. Perilaku yang biasa-biasa saja tidak perlu dicatat karena diasumsikan baik


Jurnal Pengamatan Sikap Sosial

NO
Waktu
Nama
Kejadian/Prilaku
Butir Sikap
Positif/Negatif
Tindak Lanjut






















Keterangan :
Perilaku yang dicatat adalah perilaku yang menonjol saja, baik positif maupun negatif. Perilaku yang biasa-biasa saja tidak perlu dicatat karena diasumsikan baik

b.      Penilaian Pengetahuan
Bentuk                        :           Test Tulis
Waktu                         :           5 Menit
Instrument                   :           Soal
Pedoman penskoran
         Nilai(N) =  ∑ Skor Total x 2    
-          Instrumen              :          
NO
URAIAN SOAL
SKOR
1
Jelaskan pengertian Tantra
10
2
Jelaskan pengertian Yantra
10
3
Jelaskan pengertian Mantra
10
4
Sebutkan 4 unsur Yantra di masyarakat
10
5
Sebutkan 4 jenis mantra!
10
-          Kunci
1.      Cara memuja Tuhan dengan mengagumi sifat-sifat utama Tuhan sehingga muncul keinginan mendapatkan kekuatan yang bersifat mistis
2.      Alat untuk sarana menghubungkan diri dalam upaya memuja kebesaran Tuhan
3.      Media menyebrangkan pikiran dari yang tidak suci menjadi lebih baik atau suci
4.      Bindhu,garis lurus,swastika dan padma 
5.       Siddha, sadya, Susidha , Ari

c.       Penilaian Keterampilan

Bentuk                        : Proyek
Jenis Kegiatan              : Membuat kliping  bentuk yantra, mantra sehari-hari
                        Waktu                          : 7 hari
Kriteria penilaian :
No
Aspek Penilaian
Skor
1
Kesesuaian isi kliping
10
2
Kerapian / keindahan kliping
10
3
Kelengkapan kliping
10
4
Ketepatan waktu pengumpulan
10

Nilai   = ∑ Skor perolehan
                 …………………….
                  Skor maksimal
           

i.         Format Remidial
Nama Siswa
Nilai Ulangan
Indikator yang tidak dikuasai
Bentuk Pelaksanaan Pembelajaran Remidial
Nomor Soal yang dikerjakan dalam Tes  Remidial
Nilai Tes Rem
Ket.
( 2 )
( 3 )
( 4 )
( 5 )
( 6 )
(7)
(8)
























ii.            Format Pengayaan

Nama Siswa
Nilai Ulangan
Indikator yang tidak dikuasai
Bentuk Pelaksanaan Pembelajaran Pengayaan
Nomor Soal yang dikerjakan dalam Tes  Pengayaanl
Nilai Tes Rem
Ket.
( 2 )
( 3 )
( 4 )
( 5 )
( 6 )
(7)
(8)




























2 comments

Om swastyastu, tulisan ini sangat membantu

Makasih, ini bisa jadi refensi untuk saya 🙏


EmoticonEmoticon